Apakah menetapkan sifat-sifat Allah bertentangan dengan tafwidl (menyerahkan maknanya kepada Allah)?

رابط المقال

Berkat keutamaan Allah kita jadi mengetahui akidah salaf (para sahabat, tabi’in dan atba’ut-tabi’in) dalam Al-Asma wash-shifat, yaitu menetapkan sifat Allah 'Azza wa Jalla sebagaimana adanya, dan hal ini sangat jelas jika dilihat dari nukilan perkataan mereka. Akan tetapi, adakah dalil yang menyatakan bahwa mereka juga menetapkan maknanya, dan menyerahkan kaifiyatnya saja?

Karena kebanyakan dari nukilan perkataan salaf memberi isyarat seakan-akan mereka menyerahkan makna dari Al-Asma wash-shifat itu kepada Allah, tampak dari teks perkataan mereka: ”Aku mengimani apa yang datang dari Allah sesuai dengan makna yang Allah kehendaki,” atau seperti pernyataan mereka: ”Sesungguhnya Allah bersinggasana di atas Arsy, seperti yang Dia kehendaki, mendekat kepada hamba-Nya, dan turun kelangit bumi sebagaimana Dia kehendaki.."

Ya benar, pada perkataan mereka terdapat penetapan sifat, akan tetapi yang aku pahami bahwa mereka menyerahkan maknanya kepada Allah Azza wa Jalla.

هل يتعارض إثبات الصفات مع التفويض؟