×
العربية english francais русский Deutsch فارسى اندونيسي اردو

Damai, rahmat dan berkat Tuhan.

Anggota yang terhormat! Hari ini kuorum menerima fatwa telah selesai.

Besok, insya Allah, jam 6 pagi, fatwa baru akan diterima.

Anda dapat mencari bagian Fatwa untuk apa yang ingin Anda jawab atau hubungi langsung

Tentang Sheikh Dr. Khaled Al-Muslah pada nomor ini 00966505147004

Dari jam 10 pagi hingga jam 1 siang

Tuhan memberkati Anda

Fatwa / Solat / Shalat Tahajjud Pada Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Views:5132
- Aa +

Pada bulan Ramadhan, shalat malam dibagi menjadi dua macam, Shalat Tarawih dan Shalat Tahajud. Apakah pembagian ini ada dasarnya? Terlebih lagi, orang-orang membedakan keduanya, baik secara tempat, waktu, maupun lama shalatnya, mereka meringankan (memendekkan) Tarawih dan memanjangkan Tahajud. Saya juga membaca sebuah tulisan yang ditulis oleh Syeikh Athiyyah Muhammad Salim mengenai Tarawih, yang aku pahami dari tulisan tersebut, ini merupakan perkara yang baru, tidak ada dasarnya sebagaimana yang ditulis oleh para Ulama Hambali?

صفة صلاة التهجد في العشر الأواخر من رمضان

Menjawab

Bismillahirrahmanirrahim Aku tidak mengetahui dasar pembagian ini dari Sunnah, atau dari perbuatan para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum. Bisa jadi mereka meringankan shalat tarawih karena lemahnya semangat orang-orang sekarang. Atau bisa jadi ada dasarnya sebagaimana pendapat ulama fiqih madzhab Hambali, dimana mereka berpendapat tidak disukainya ada shalat Sunnah di antara Shalat Tarawih. Apakah shalat tarawih yang dimaksud ini? Apakah engkau shalat sunnah sendiri sementara ada Imam? Orang yang membenci Sunnah kami bukanlah termasuk golongan kami. Kemudian, sebagaimana yang disebutkan oleh ulama Fiqih, dimana mereka mengkritik (tidak menyukai) dilakukannya shalat sunnah secara berjamaah setelah shalat tarawih atau witir, baik jeda antara kedua shalat tersebut panjang maupun pendek. Ulama Fiqih Syafi’iyah menyebutkan, bahwa shalat tarawih disebut tarawih karena mereka beristirahat setelah melakukan shalat dengan berthawaf satu kali putaran sempurna di antara shalat tarawih. Hal ini disebutkan dalam Hasyiyah Qalyubi dan Hasyiyah ‘Umairah, dan juga sebagaimana disebutkan Al-Qasimi dalam Akhbaru Makkah (2/155). Wallahu a’lam. Saudara kalian, Khalid bin ‘Abdullah Al-Muslih 17/09/1424 H



×

Apakah Anda benar-benar ingin menghapus item yang sudah Anda kunjungi?

Ya, Hapus